Minggu, 16 Maret 2014

Karakter peserta didik




BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Masa remaja merupakan masa transisisi perkembangan dari anak menuju dewasa, dimulai dari pubertas, yg ditandai dengan perubahan pesat dalam berbagai aspek perkembangan, baik fisik maupun psikis.pertumbuhan remaja juga mempengaruhi perkembangan  remaja dalam berexpresi didalam setiap situasi yang ada.
Dalam pembuatan makalah ini  kami berusha untuk membongkar segala aspek untuk  menunjang makalah kami sehingga kit dapat memahami karakter dari seorang remaja.
Rumusan masalah:
1.)    Karakteristik  Aspek- aspek perkembangan remaja
2.)     Tugas dan Perkembangan Remaja
3.)    Problematika Remaja
Tujuan
1)      Kita dapat tahu  memahami tentang karakteristik  siswa sekolah menengah/remaja
2)      Dapat mengetahui secara benar tentang karakteristik aspek-aspek  perkmbangan remaja
3)      Dapat  memahami tugas dan permasalah Remaja
4)      Dapat mengethui tentang problematika remaja
Manfaat
1)      Dapat mengetahui tentang karakteristik dari perkembangan remaja,
2)      Dapat mengerti permasalahan dan problematika remaja,
3)      Dapat  memahami berbagai permasalahan  problematika remaja







BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.Karakteristik Perkembangan siswa sekolah menengah / usia remaja
2.1.1.pengertian perkembangan
 Perkembangan adalah suatu  deret perubahan – peruahanyang tersusun dan berarti yang berlangsung pada induvidu dalam jangka waktu urun tertentu dan lebih menunjuk pada kemajuan mental dan perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat.
2.1.2 perkembangan emosi pada usia remaja   
Masa remaja biasa di sebut masa “ Badai dan tekanan,” dimana tekanan emosi meninggi diakibatkan oleh perubahan fisik dan kelenjar. Disamping itu meningginya emosi pada masa remaja dikarenakan oleh adanya tekanan-tekanan social dan kondisi baru, biasanya ketika masih menginjak masa kanak-kanak kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu, sehigga ketika masa remaja datang, emosinya kurang terkonrol.
Menurut “Gessel” ketika memasuki masa remaja awal, kira-kira usia 14-16 sering mudah marah, mudah diransang emosi dan meledak.
2.1.3 Perkembangan Moral.
Para spicolog berpendapat bahwa:
  1. Oleh Piaget mengatakan “ Tahap pelaksanaan formal” dalam artian bahwa remaja mampu mempertimbangkan semua kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggungjawabkannya berdasarkan hipotesis dan proposisi.
  2. Oleh Kohlberg mengatakan “Moralitas pasca konvensional” yaitu tahap menerima dari sejumlah prinsip yang terdiri dari 2 tahap yaitu:
 Individu yakin bahwa harus ada kelenturan dalam sebuah aturan sehingga dimungkinkan adanya perbaikan dan perubahan standar moral. Individu menyesuaikan diri dengan atandar social dan aturan moral yang ada untuk menghindari hukuman terhadap diri sendiri.
2.1.4 Perkembangan Bahasa.
Perkembangan remaja atau usia SMA mempunyai ciri-ciri tertentu yang akan membedakannya pada periode sebelum dan sesudahnya.Beberapa ciri-ciri tersebut adalah:
1.Masa sebagai periode yang penting.                                                           

2
Tonner mengatakan “Bagi sebagian besar anak muda, usia antara 12-16 tahun ialah tahun kehidupan yang penuh dengan kejadian sepanjang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan secara normal..” Perkembangan fisik yang cepat di sertai dengan perkembangan mental adalah menjadi suatu hal yang penting pada masa ini.
2.Sebagai masa pencari identitas.
Pada masa ini penyesuaian diri dengan standar kelompok adalah hal yang paling penting seperti ditunjukkan dalam hal berpakaian, berbicara dan berprilaku seperti teman satu gengnya. Tiap penyimpangan dari kelompok dapat mengancam keanggotaannya dalam kelompok tsb.
Separti di jelaskan oleh “Erikson”  Identitas diri yang dicari oleh remaja berupa upaya menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat atau kelompok tertentu, apakah dia seorang anak ataukah dewasa?”
3.Sebagai masa yang bermasalah.
Setiap periode mempunyai masalah sendiri, namun masa remaja sering menjadi masalah yang sukit, hal itu disebabkan oleh 2 kemungkinan yaitu:
a)      Sepanjang masa kanak-kanak, masalah kanak-kanak sebagian besar diselesaikan oleh orang tua atau guru, sehingga sebagian remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah.
b)      Karena remaja merasa diri mandiri, sehingga mereka ingain mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua atau guru.
Seperti katanya Anna freud, “Banyak kegagalan yang disertai akibat tragis, bukan karena ketidakmampuan individu tetapi karena kenyataan bahwa tuntutan yang ajukan padanya justru pada saat semua tenaganya dihabiskan untuk mengatasi masalah pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
3.Masa yang menimbulkan ketakutan.
Seperti dikatakan Majeres “Banyak anggapan popular tentang remaja yang mempunyai arti bernilai tapi sayangnya banyak diantaranya yang bersifat negative.Anggapan streotip budaya remaja adalah anak-anak yang tidak dapat dipercaya dan cendrung merusak dan berprilaku merusak menyebabkan orang yang membimbing dan mengawasinya merasa takut untuk bertanggungjawab dan bersifat tidak simpatik terhadap prilaku remaja normal.
Ø  Remaja tidak realistik..
Remaja cenderung memang hidupan melalui kaca berwarna marah jambu, ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana ia inginkan bukan sebagaimana adanya.
Perubahan fundamental pada masa remaja menurut  Laurance Steinberg
3
Ø  Perubahan biologis, mulai matangnya alat reproduksi, tumbuhnya buah dada pada anak wanita, dan tumbuhnya kumis pada anak pria.
Ø  Perubahan kognisi, kemampuan memikirkan konsep-konsep yang abstrak (persaudaraan, demokrasi, dan moral) dan mampu berpikir hipotesis (memikirkan hal yang terjadi berdasarkan pengalaman.
Ø  Sosial, perubahan dalam status sosial yg memungkinkan remaja masuk dalam peran tertentu (menikah, bekerja) (khususu masa remaja akhir).
Pendapat Para Ahli Mengenai Remaja
  1. Aristoteles, aspek terpenting bagi remaja adalah kemampuan untuk memilih dan determinasi diri sebagai tanda kematangannya.
  2. Jeans Jacques Rousseau, usia 15-20 tahun individu sudah matang emosinya dan dapat mengubah sikap yang mementingkan diri sendiri ke memperhatikan orang lain (selfishness ke interest in others)
  3. Stainley Hall, (pioner studi ilmiah tentang remaja) berpendapat bahawa adolesen adalah masa storm and stress, masa penuh konflik, yaitu sebagai periode yang berada dlm dua situasi antara kegoncangan, penderitaan, asmara, dan pemberontakan dg otoritas org dewasa.
  4. Jacquilen Lerner dkk (ahli promosikan Positive Youth Development, PYD) 2009, berpendapat bahwa ada lima karakteristik remaja.
3.1 Karaktersistik Setiap Aspek Perkembangan
        Perkembangan fisik
  1. Masa remaja ditandai dengan pubertas (masa kematangan fisik yg cepat, yg meliputi aspek hormonal dan fisik.
  2. Perubahan fisik laki-laki meliputi membesarnya alat kelamin ; tumbuhnya bulu sktr kemaluan, ketiak, wajah; perubahan suara menjadi besar; terjadinya ejakulasi seperti mimpi basah.
  3. Perubahan fisik wanita ditandai dengan menstruasi pertama; membesarnya buah dada; tumbuhnya bulu sktr kemaluan, ketiak, wajah; melebarnya pinggul.
  4. Aspek hormonal yg mempengaruhi perkemb fisik remaja adalah kelenjar endoktrin, kelenjar pituitary, dan gonads (kelenjar seks)
3.1.2 Perkembangan Kognitif
Perkembangankognitif adalah perkembangan kemampuan individu untuk memanipulasi dan mengingat informasi.
A.Tahapan berpikir formal menurut Broughton adl:
  • Early formal operational thought,  kemampuan remaja untuk berpikir dagan cara hipotetik yang menghasilkan pikiran bebas tentang berbagai kemungkinan yang tidak terbatas. Remaja telah dapat mengintegrasikan apa yang dipelajari dengan tantangan di masa yang akan datang dan membuat rencana di masa mendatang.
  • Late operational thought, remaja mulai menguji pikirannya yang berlawanan dengan pengalamannya& mengembalikan keseimbangan intelektualnya.
4
3.1.3  Perkembangan Identitas Diri (self-identity)
Santrok berpendapat bahwa Identitas diri merupakan potret diri yg meliputi:
  1. Career identity, pekerjaan yg diinginkan
  2. Political identity, sikap politik remaja
  3. Religious identity, keyakinan spiritual remaja
  4. Relationship identity, terkait status seseorang
  5. Intellectual identity, motivasi pencapaian prestasi
  6. Sexual identity, menyangkur oritentasi seksual seseorang, homo, hiper, dll.
  7. Cultural identitiy, budaya kehidupan seseorang
  8. Interest identity, sesuatu yg disenangi (hobi)
  9. Personality identity, karakteristik individu
  10. Physical identity, citra individu thd tubuhnya
Identitas diri individu berkembang pada usia remaja.Oleh karena itu, tugas remaja adalah memecahkan krisis identitas untuk dapat menjadi orang dewasa yang memahami dirinya secara utuh dan memahami perannya di masyarakat.Remaja dikatakan telah menemukan identitasnya apabila memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap diri sendiri, perannya di masyarakat, pekerjaan, dan nilai agama.Remaja yang gagal menemukan identitasnya cenderung tampil yang aneh, misal cara berpakaian, berkata kasar, suka miras/narkoba, gaya rambut yang aneh, dan tindak kriminal.
1.1.4        Memfasilitasi perkembangan identitas diri remaja
 Adanya teladan tentang sikap jujur&bertanggung jawab dan menciptakan iklim kondusif/harmonisiz, memberikan kesempatan kepada remaja untuk berpendapat ,memfasilitasi remaja untuk mewujudkan kreativitasnyaMemberikan informasi ttg pencapaian kesuksesan ,menampilkan perilaku yang sesuai dengan karakter mulia, memberi contoh sikap&perilaku yang terkait dengan nilai budaya

4.1.Tugas-tugas Perkembangan Remaja

4.1.1 Pengertian Tugas Perkembangan
Tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan individu. Pencapaian tugas yang sukses berperan penting untuk kebahagiaannya dan untuk pencapaian tugas-tugas yang selanjutnya. Sedangkan kegagalan pencapaian tugas-tugas perkembangan mengarah timbulnya ketidak bahagiaan dalam diri individu, dan sulit untuk mencapai tugas perkembangan selanjutnya.
4.1.2 Tugas-tugas Perkembangan Remaja
Menurut Mappiare (1982) mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja:


5
Menerima keadaan fisiknya, menjalin hubungan baru dengan teman-teman sebaya baik sesama atau lawan jenis, memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa lainnya, memperoleh kepastian dalam hal kebebasan pengaturan ekonomis, memilih dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan, mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dan konsep-konsep intelektual yang diperlukan dalam hidup sebagai warga negara yang terpuji, menginginkan dan dapat berperilaku yang diperbolehkan oleh masyarakat, mempersiapkan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga, menyusun nilai-nilai kata hati yang sesuai dengan gambaran dunia, yang diperoleh dari ilmu pengetahuan yang memadai
William Kay mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja itu sebagai berikut:
 Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya, mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figur-figur yang mempunyaiotoritas, mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul denganteman sebaya atau orang lain, baik secara individual maupin kelompok, menemukan manusia model yang dijadikan identiasnya, menerima dirinya sendiri dan memilki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri, memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nilai,prinsip-prinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung), mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku) kekanak-kanakan.
Menurut Havighurs, menjelaskan tugas-tugas perkembangan sebagai berikut :
 Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita,  menerima keadaan fisik dan menggunakanya secara efektif,  mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainya.,  mencapai jaminan kemandirian ekonomi.,memilih dan mempersiapkan karier,  mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga,  mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagiwarga Negara,  mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara social
Munculnya tugas-tugas perkembangan, bersumber pada faktor-faktor berikut:
 kematangan fisik, misalnya
ü  belajar berjalan karena kematangan otot-otot kaki
ü  belajar bertingkah laku, bergaul dengan jenis kelamin yang berbeda pada masa remajakarena kematangan organ-organ seksual, tuntutan masyarakat secara kultural; misalnya
ü  belajar membaca
ü  belajarmenulis, berhitung, berorganisasi, tuntutan dari dorongan dan cita-cita individu sendiri, mis
ü  memilih pekerjaan danmemilih teman hidup,  tuntutan norma agama, mis
ü  taat beribadah kepada Allah,
6
ü  berbuat baik kepada sesama manusia.
5.1 problematika remaja
Probelamatika remaja di jaman modern ini termasuk masalah terpenting yang dihadapi semua masyarakat di dunia, baik masyarakat muslim maupun non muslim. Hal ini dikarenakan para pemuda dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwa mereka, yang sering menyebabkan mereka mengalami keguncangan dalam hidup dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut.
Sesungguhnya sebab-sebab (yang mendukung terjadinya) penyimpangan dan problem (di kalangan) para pemuda sangat banyak dan bermacam-macam, karena manusia di masa remaja akan mengalami pertumbuhan besar tubuh, pikiran dan akal. Karena masa remaja
5.1.1 Waktu luang.
Waktu luang bisa menjadi penyakit yang membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika diri manusia tidak beraktifitas maka pikirannya akan beku, akalnya akan buntu dan aktifitas dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk.
Untuk mengatasi hal ini, hendaknya seorang pemuda berupaya (untuk mengisi waktu luangnya) dengan kegiatan yang cocok (dan bermanfaat) untuknya, seperti membaca, menulis, berwiraswasta atau kegiatan lainnya, untuk menghindari kekosongan aktifitas dirinya, dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berbuat untuk dirinya dan orang lain.
5.1.2 Kesenjangan dan buruknya hubungan antara pemuda dengan orang tua, baik dari kalangan     keluarganya ataupun orang lain.
Kita melihat orang tua yang menyaksikan penyimpangan akhlak pada pemuda di keluarganya atau selain keluarganya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya berdiri kebingungan dan tidak mampu meluruskan akhlaknya, bahkan dia berputus asa dari kebaikan pemuda tersebut. Hal ini menimbulkan kebencian dari pihak orang tua kepada para pemuda, bahkan ketidakperdulian dengan semua keadaan mereka yang baik ataupun buruk. Bahkan terkadang hal ini menjadikan para orang tua menilai negatif kepada semua pemuda, yang ini akan menyebabkan ketidakharmonisan hubungan mereka dalam masyarakat, karena masing-masing pihak akan memandang yang lainnya dengan pandangan kebencian dan melecehkan. Jika ini terjadi maka berarti bahaya besar sedang mengancam kelangsungan hidup bermasyarakat.
5.1.3 Bergaul dan menjalin hubungan dengan teman pergaulan yang menyimpang akhlaknya.

7
Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya seorang pemuda berusaha mencari teman bergaul orang-orang yang baik dan shaleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat dari kebaikan, keshalehan dan akalnya. Maka hendaknya seorang pemuda menimbang keadaan orang-orang yang akan dijadikan teman bergaulnya, dengan meneliti keadaan dan akhlak mereka.
5.1.4 Mengkonsumsi sumber-sumber bacaan yang merusak
Baik berupa artikel, surat kabar, majalah dan lain-lain, yang menyebabkan pendangkalan akidah dan agama seseorang, serta menjerumuskannya ke dalam jurang kebinasaan, kekafiran dan keburukan akhlak.Khususnya jika pemuda tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat dan pola pikir yang benar untuk dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, serta yang bermanfaat dan membinasakan.
5.1.5        Persangkaan keliru para pemuda yang menganggap bahwa ajaran agama mengekang kebebasan dan mematikan potensi mereka.
 Maka persangkaan ini menyebabkan mereka berpaling dari syariat Islam dan meyakininya sebagai agama yang ketinggalan jaman yang mengharuskan pemeluknya untuk mundur kebelakang dan menghalangi mereka untuk mencapai kemajuan dan keterdepanan.






                                      












8


BAB III
PENUTUP

6.1 KESIMPULAN
  • Pada umumnya remaja didefinisikan sebagai masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
  •  Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis.
  • Dampak pertumbuhan fisik terhadap kondisi psikologis remaja berupa canggung, malu, kecewa, dll.
6.2 SARAN
·         Orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan.
·         Bimbingan orang tua dan guru sangat diperlukan agar remaja tidak salah arah, karena dimasyarakat amat banyak pengaruh negatif yang dapat menyengsarakan masa depan remaja.
·         Sebaiknya orang tua memberikan pengetahuan mengenai dampak seks












9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar